Skip to main content

Posts

Sapi, Babi, dan Segala Larangan yang Tak Pernah Dikritisi

"Alasan lain mengapa banyak adat dan pranata tampak misterius adalah karena kita telah diajari untuk menjunjung tinggi penjelasan "spiritual" yang rumit atas fenomena kebudayaan, alih-alih penjelasan yang membumi [yang] terbangun dari soal perut, seks, energi, angin, hujan, dan fenomena lain yang biasa dan teraba." -- Marvin Harris, dalam pembatas buku  Sapi, Babi, Perang, dan Tukang Sihir. Menjawab Teka-Teki Kebudayaan.  Baru kali ini saya mendapati satu kalimat yang dikutip pada pembatas buku meringkas isi seluruh buku. Pramoedya pernah menulis, "Hidup sungguh sangat sederhana. Yang hebat-hebat hanya tafsirannya." Sungguh saya setuju, baik dengan antropolog Marvin Harris maupun dengan Pram. Sering kita mendengar konflik antarkampung dan antarnegara, berbalut perang ideologi, agama, atau harga diri suatu bangsa, setelah ditelisik ternyata hanya rebutan sumber daya alam, rebutan pasar, dan di level kampung, biasanya urusan asmara saja. Saya menyebut ...

Hujan Bulan Juni Petani

Tak ada yang lebih tabah Dari petani di bulan Juni Dirahasiakannya titi mangsanya Kepada pematang yang tergenang Tak ada yang lebih bijak Dari sapi petani bulan Juni Dihapuskannya jejak-jejak lukunya Yang ragu-ragu di pancaroba waktu Tak ada yang lebih arif Dari hujan bulan Juni Dibiarkannya huma dan tegalan Dimampatkan pandemi dan emisi Jakarta, 9 Juni 2020 (PSBB transisi) Hujan reda di leliku Kali Ciliwung, 9 Juni 2020. Biasanya Gunung Salak terlihat di balik halimun.

Sayang,

aku masih mencintaimu penuh seluruh meski rasamu tinggal separuh atau bahkan telah habis luruh seiring waktu yang membasuh. Jakarta, 8 Juni 2020

Jejak Evolusi dalam Segelas Susu*

Pada segelas susu yang terhidang di pagi hari atau menjelang tidur, terkandung sejarah panjang—yang masih berjalan. Tidak hanya riwayat evolusi manusia pemerahnya, evolusi sapi yang menghasilkannya, tetapi juga kisah bagaimana awal mula manusia menjinakkan dan terpikirkan untuk meminum cairan putih yang terpancar dari puting susu sapi itu. Kelak, manusia yang konon kian berperadaban ini menambahkan kasta dalam segelas susu. Sering kita mendengar kelakar setengah olokan kepada kawan yang langsung diare ketika minum susu. “Perut ndeso ,” atau “perut kampungan”, dan untuk mereka yang gemar minum susu juga tak bebas ejekan. Seperti bule, katanya. Seperti apakah perut yang kampungan itu? Dan seperti apa perut atau selera seperti bule? Mari kita telusuri lorong waktu, bermilenia lalu. Nenek moyang kita nampaknya punya deretan gigi yang kokoh, tentu saja karena mereka tidak mengkonsumsi gula, dan daging sebagai makanan utama membutuhkan gigi yang kuat. Dari mana kita tahu gigi merek...

Chlorine

There is nothing on Earth can touch me like the way you do. There is nothing else on Earth treats my hair like you: I am immersed. My hair dances with you, my skin flies in you: I am chlorined. Depok, 14 November 2011

Memo sapiens

Kita adalah kumpulan luka tertambat tuntutan menjadi dewasa di balik senyum palsu, kata Duta. Kita hanyalah kumpulan busik, dari kesalahan setitik demi setitik hingga rusaklah nila sebelanga, Pak Cik. Dan untuk menyempurnakannya, raga ini pun hanyalah aktiva aus, menuju renta. Depok, 9 September 2019

Bisakah orang India hidup tanpa bersandar pada pohon dan menyanyi lagu sendu?

Jika saya orang India, saya tidak dapat membayangkan hidup tanpa pohon. Bagaimana saya menari lagu-lagu kasmaran dengan mata melirik manja, tubuh bersandar pada pohon sembari menatap sendu dan bibir menyanyi lagu rindu, atau mencoba mencuri-curi pandang pada sang pujaan di balik lindungan suatu pokok rindang? Walaupun ini bisa jadi hanya adegan di film-film Bollywood, setidaknya kali ini, amini saja. Kenapa? Karena India tidak main-main mengurus pepohonan dan tutupan hutannya. Sejak 2015, India bahkan berhasil meningkatkan luas tutupan hutannya sebanyak 1% (India State Forest Report 2017), yang mungkin tak terbayangkan bagi kita yang masih berjuang mencegah penggundulan dan kebakaran hutan. Parlemen India dalam 14th Finance Commission 2015 mengeluarkan sebuah rekomendasi reformasi fiskal yang mengubah bagaimana pemasukan pajak didistribusikan untuk seluruh negara bagiannya. Ini mirip-mirip dengan Indonesia yang mengalokasikan dana tertentu di tiap provinsi dan kabupaten/kota dengan...